30 Ciri Ciri HIV AIDS Pada Anak Anak Pria Dan Wanita


TERAPHY  HIV  HERBAL  TRADISIONAL

CALL/WA/LINE  0813-1111-0910

 AMAN  TANPA  EFEKSAMPING LULUS UJI BPOM DAN CPOTB

Teraphy Herbal telah terbukti dapat menurunkan jumlah virus terdeteksi dalam darah.  Ekstrak Sambiloto, Daun Sirsak, Bawang Putih, Sarang Semut dan Madu Propolis ternyata secara uji klinis mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita HIV. Perawatan ini tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak ada efeksamping.  Teraphy ini bisa membuat pasien beraktifitas normal seperti orang sehat pada umunya Dan juga bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian orang yang terinfeksi HIV AIDS
30 Ciri Ciri HIV AIDS Pada Anak Anak Pria Dan Wanita
30 Ciri Ciri HIV AIDS Pada Anak Anak Pria Dan Wanita
30 Ciri Ciri HIV AIDS Pada Anak Anak Pria Dan Wanita ~ HIV adalah penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada siapa saja baik pria, wanita maupun anak-anak. HIv pada anak bisa dilihat dari bebberapa ciri sebagai berikut :
1. Perkembangan Lambat
2. Sering Kejang
3. Infeksi Telinga
4. Diare
5. Sariawan
6. Demam
7. Dehidrasi
8. Infeksi Paru-Paru
9. Pertumbuhan Badan yang Buruk
Pria dewasa yang terkena HIV AIDS akan mengembangkan ciri-ciri setelah infeksi pertama yang membuat sistem kekebalan tubuh mulai melemah. Berikut ini beberapa tanda yang bisa diperhatikan :

10. Flu Parah
11. Sakit Kepala
12. Demam
13. Menggigil pada Malam Hari
14. Tubuh Sangat Lelah
15. Sakit Otot
16. Ruam Hitam pada Kulit Tubuh
17. Sakit Tenggorokan
18. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
19. Sesak Nafas
20. Diare
21. Penglihatan Kabur
22. Penurunan Berat Badan
Ciri HIV AIDS pada Wanita
Beberapa ciri HIV AIDS yang ditemukan pada pria maka belum tentu ditemukan pada wanita. Bahkan hal ini juga berlaku sebaliknya. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa ciri yang bisa dikenali :

23. Flu Berat
24. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
25. Penyakit Infeksi
26. Demam Parah
27. Penyakit Gangguan Reproduksi
28. Masalah Kesehatan Kulit
29. Gejala Lanjutan yang Parah
30. Gejala Akhir AIDS

Fungsi Teraphy Herbal :
> Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
> Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit HIV
> Membantu melawan virus HIV sehingga virus tidak terus berkembang
> Membantu Menghilangkan jamur dilidah dan area mulut
> Meningkatkan CD4 secara cepat
> Menambah Nafsu makan
> Menjaga kesehatan dan kebugaran
> Mengurangi demam,diare dan keringat dingin dimalam hari
Waspada Berciuman Dengan Penderita HIV AIDS Bisa MenularPerkembangan penyakit HIV AIDS bisa di hambat dengan menggunakan obat-obatan antiretroviral (ART/ ARV). Tapi, dari sekian banyak orang yang terjangkit oleh HIV, terapi obat tersebut bukan sebuah pilihan yang pas. Karena, biaya yang di keluarkan ARV/ARV untuk 1 orang bisa mencapai lebih dari Rp. 150 juta /Tahun. Yang mana hal tersebut tentunya amat jauh di luar kemampuan dari sebagian besar orang yang sudah terserang oleh HIV. Selain itu ART / ARV juga mempunyai banyak efek samping  yang membuat  ODHA malas minum obat tersebut.Nah, untuk itu bagi Anda yang sudah terlanjur terinfeksi HIV AIDS, jangan khawatir dan berputus asa, karena para peneliti pakar ilmu kedokteran sudah menemui jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Yaitu, dengan menggunakan Tanaman Herbal Tradisional Ampuh berikut ini :
 SAMBILOTO ( GANGJIE DENATURE )
Sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS.Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor. Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.  Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.
DAUN SIRSAK  ( ZIRZAK DENATURE )
Daun sirsak mengandung banyak sekali senyawa ajaib yang sangat berkhasiat dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya kandungan senyawa yang terdapat didalam daun sirsak itu seperti senyawa acetogenins, annohexocin, annonacin, annocatacin, annocatalin, annomuricin, anomurine, caclourine, gentisic acid, anonol, gigantetronin, linoleic acid, dan juga muricapentocin, yang mana semua senyawa itu fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kini khasiat daun sirsak makin terkuak dan ternyata daun sirsak ini sudah banyak sekali di jadikan dan di manfaatkan sebagai bahan untuk membuat obat tradisional untuk membantu mengatasi sekaligus menyembuhkan beragam jenis penyakit. Selain berkhasiat untuk mengobati beragam macam penyakit kanker, daun sirsak ini juga berkhasiat mampu untuk digunakan sebagai obat herbal HIV AIDS. Untuk mendapatkan khasiat dari daun sirsak juga sangat mudah, Anda dapat mengkonsumsi daun sirsak yang sudah di ekstrak menjadi obat herbal atau dengan merebus daun sirsak ini sendiri. Sebab, di negara Indonesia tanaman sirsak ini sangat gampang untuk tumbuh, sehingga kita ini tidak akan kesulitan untuk menemukannya.
BAWANG PUTIH ( BAWANG LANANG DENATURE )
Bawang putih adalah tanaman umum dengan akar berwarna putih berbentuk umbi lapis, serupa dengan bawang merah. Nama ilmiah adalah Allium sativum, dan tanaman ini adalah bagian dari familia Liliaceae (Lili). Bawang putih dipakai baik untuk masakan maupun sebagai tanaman obat.Saat bawang putih segar dihancurkan atau dicincang, enzim dalam umbinya dilepas dan sebuah senyawa yang mengandung sulfur (belerang) bernama allicin dibuat. Senyawa yang mengandung sulfur ini sering menjadi antibiotik yang efektif.Bawang putih mungkin berasal dari Kirgiz, daerah padang pasir Siberia. Pujangga Cina 3000 tahun SM menguji manfaat bawang putih. Jadi, bawang putih mempunyai sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat. Aristoteles menguji bawang putih pada tahun 335 SM untuk mutu pengobatan. Pada abad pertengahan, bawang putih telah dipikirkan sebagai pengobatan terhadap orang bertekanan darah tinggi, Sipilis Kencing nanah ,kehilangan nafsu makan, orang dengan masalah paru, gigitan ular, batuk rejan, dan kebotakan. Pendeta Prancis abad ke-17 makan bawang putih dalam jumlah besar untuk melawan wabah sampar, dan dilaporkan mereka bertahan hidup lebih lama daripada pendeta Inggris. Selama kedua perang dunia, tentara Rusia dan Jerman makan bawang putih sebagai pengobatan di medan pertempuran.
Mengapa ODHA Memakai Bawang Putih?
Bawang putih adalah satu-satunya antibiotik yg benar-benar dapat membunuh bakteri dan pada saat yg bersamaan melindungi tubuh dari racun yg menyebabkan infeksi.Sangat terkenal bahwa bakteri yg paling sensitif terhadap bawang Putih adalah bakteri mematikan Basilus Antracis yg menghasilkan racun Antrax. Bahkan Bapak Obat Antibiotik, LOUIS PASTEUR mengakui bahwa bawang putih sama efektifnya dgn penisilin.Darah seseorang yg mengkonsumsi bwang putih pun dpt membunuh bakteri dan telah dilaporkan bahwa Aroma dari potongan bawang putih dapat membunuh bakteri yg berjarak 20 sentimeter…!!! Subhanallah…Diantara penyakit yg dapat diobati dgn bawang putih adalah HIV AIDS. Bawang putih telah terbukti efektif dalam mengendalikan beberapa infeksi sekunder yg berhubungan dgn HIV AIDS dan menurut Duke,”Dapat menangkal HIV I dalam tubuh.”Saran bagi penderita HIV POSITIF, memakan 3-5 siung bawang putih setiap hari..saran ini datang dari direktur Immune Enhacement Project of Portland,Oregon, Amerika Serikat.
SARANG SEMUT ( MYCOPEND DENATURE )
Ahli Pengobatan Tradisional dr Ria Anindita mengatakan pada orang yang sehat, sel-sel T penolong merangsang atau mengaktifkan sistem kekebalan untuk menyerang infeksi.”HIV khususnya mengincar sel-sel T penolong ini. Ia menggunakan sel-sel itu untuk memperbanyak dirinya (replikasi). Melemahkan dan menghancurkan sel-sel T penolong hingga sistem kekebalan merosot drastis,” jelasnya.Obat anti-retrovirus (ARV) menghambat proses replikasi ini. Saat ini ada empat jenis utama ARV yang diresepkan. Analog nukleosida dan analog nonnukleosida mencegah HIV menggandakan diri ke dalam DNA seseorang. Inhibitor protease membuat enzim protease tertentu dalam sel yang terinfeksi tidak dapat menggandakan virus itu dan menghasilkan lebih banyak HIV.Inhibitor fusi bertujuan mencegah HIV memasuki sel. Dengan menghambat replikasi HIV, ARV dapat memperlambat perkembangan dari infeksi HIV menjadi AIDS, yang disebut stadium akhir penyakit HIV. “Namun untuk penggunaan Obat anti-retrovirus ini tidak semua cocok untuk penderita HIV, maka sebaiknya di konsultasikan terlebih dahulu kedokter,” ungkapnya.Selain obat ARV, bagi penderita HIV juga dapat mencoba pengobatan herbal, salah satu herbal yang dapat membantu menghambat perkembangan HIV adalah Sarang Semut.Kandungan flavonoid yang terdapat dalam Sarang Semut telah terbukti dapat merangsang perkembangan antibodi dan flavonoid ini berperan langsung sebagai antibiotik.Dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus termasuk virus HIV AIDS. Namun perlu diketahui bahwa Sarang Semut adalah salah satu obat yang bersifat herbal.”Dalam penyembuhan suatu penyakit tentu akan membutuhkan waktu tidak secara instan,” ujarnya.Kabar baik lainnya tentang pengobatan HIV-AIDS justru datang dari lebah. Lebah umum dikenal sebagai hewan yang menghasilkan madu yang digunakan sebagai penambah energi, antibodi, dan beberapa manfaat lain bagi kesehatan. Baru-baru ini, Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair), Surabaya, melakukan uji klinis atas manfaat propolis lebah bagi kesembuhan pasien HIV/AIDS.”Propolis merupakan air liur yang dihasilkan oleh lebah,” jelasnya.Dari hasil studi dan uji coba terapi propolis atau air liur digabung dengan racun lebah terhadap pasien HIV/AIDS, ditemukan bahwa racun yang dihasilkan lebah memang tidak menghancurkan virus. Racun itu menembus dinding virus yang membuat virus mengecil yang kemudian hilang.
MADU PROPOLIS ( MADU FERMENTASI DENATURE )
Propolis merupakan substrar getah dari tunas daun dan kulit batang tanaman Coniter (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian berusaha mencampur dengan zat yang disekresi kelenjar air lebah. Propolis membuat sarang lebah menjadi steril dan terhindar dari pengaruh bakteri, virus dan jamur. Propolis dan bee pollen memiliki flavonoid dan berbagai senyawa phenolic dalam kadar tinggi, memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan.Propolis mengandung 55% resin, 30% lilin lebah, 10% berbagai minyak aromatik, 5% bee pollen. Asam amino esensial yang terkandung dalam propolis penting untuk regenerasi sel. Propolis juga mengandung semua mineral kecuali sulfur, mengadung semua vitamin kecuali vitamin K. Juga mengandung bioflavonoid suatu anti oksidan dan suplemen sel. Pada pasien HIV/AIDS propolis bermafaat sehubungan dengan efek anti inflamasi, anti oksidan, antimikroba, serta regenerasi sel sehingga penting dalam upaya mencegah masuknya mikroorganisme pemicu infeksi sekunder. Pada pasien HIV sistem imun tertekan, ditandai oleh semakin menurunnya jumlah CD4 pada awalnya secara graduil. Defisiensi mineral pendukung sistem imun mempercepat penurunan kekebalan tubuh ditandai oleh penurunan CD4 yang berlangsung progresif. Punurunan dibawah 200 sel per mm3 berpotensi memunculkan berbagai macam infeksi sekunder yang mendorong terjadi penggeseran dari HIV ke AIDS.Lipase berguna dalam membantu enzim pencernakan sehingga cepat menghancurkan makanan komponen lemak sehingga mengurangi potensi gangguan rasa nyaman di saluran cerna, rasa mudah penuh, kembung, sari makanan mudah diserap usus.Madu dengan berbagai komponen tersebut bermanfaat untuk dikonsumsi pasien HIV/AIDS. Pada orang dewasa konsumsi madu ideal 100-200 g per hari. Bagi pasien HIV/AIDS terutama yang disertai sindrom wasting kebutuhan meningkat menjadi sekitar 400 g per hari. Konsumsi madu secara teratur akan dapat meningkatkan berat badan, menambah masa otot, meningkatkan status imun, meredam pengaruh negatif radikal bebas, serta meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.Sejak dahulu madu sudah dikenal sebagai obat. Madu merupakan produk yang tersimpan rapi dalam perut madu lebah yang di dalam Al- Qur’an (An-Nahl: 68-69): Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ”Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. Pasien HIV/AIDS yang mengkonsumsi madu secara teratur akan tampil lebih bugar, bersemangat dan penuh vitalitas. Hal tersebut terkait berbagai komponen yang terkandung dalam madu sangat bermanfaat bagi stamina dan membangun energi. Kini madu menarik perhatian para pakar kesehatan, termasuk para praktisi infeksi HIV/AIDS.
 SENTUHAN RELIGI PADA PASIEN HIV
Pasien HIV perlu melalui lima tahapan untuk dapat menerima penyakit ini. Tahapan tersebut penolakan (denial), marah (angry), depresi (depression), persetujuan dan mulai menerima (bargain), dan akhirnya dapat menerima (accepted) penyakit HIV tersebut menghinggapi dirinya. Pada tahap awal, pasien yang kurang kuat landasan religi cenderung mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri atau berusaha menularkan ke orang lain. Jalan pintas tersebuat terjadi akibat sempitnya cara pandang, terbatasnya pemahaman infeksi HIV dan ”hatinya beku”. Padahal hati itu seharusnya di arahkan dan di manfaatkan untuk bertafakkur, berdzikir, dan untuk menerima nasihat. Perlu dihayati bahwa respon akal manusia akan diteruskan ke hati, selanjutnya dari hati akan diteruskan ke nurani, dari nurani akan diteruskan ke fana, dari fana akan diteruskan ke wujud.Pasien HIV perlu mendapatkan pendampingan berlandaskan religi agar mampu memandang lahiriah dengan mata kepala, memandang keadaan batiniah dengan mata hati, dan dengan nuraninya pada saatnya dapat memandang Allah swt. Pendampingan perlu menekankan dan meyakinkan bahwa meski dalam keadaan sakit terinfeksi HIV terkendali, iklas dan akan patuh dan setuju dengan keputusan Allah swt sebagai batu ujian. Pasien pada tahap selanjutnya mampu bergerak dan berjalan menurut kehendak takdir, mampu mendekat kepada Allah swt dan tidak tertutup kemungkinan menjadi pribadi mulia yang dilayani dan ditaati para sahabat dan orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bila berhasil merupakan buah dari kesedihannya begitu dinyatakan terinfeksi HIV, kemudian bermujahadah melawan kebiasaan buruk melibatkan nafsu, keinginan, watak, kebiasaan, syaitan, dan rekanan masa lalu yang membawa ke jurang kehancuran sebelumnya.

Demikianlah artikel sederhana mengenai TERAPHY HIV HERBAL TRADISIONAL ini saya persembahkan , semoga bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan mengenai HIV AIDS. Jika Anda beresiko, segeralah lakukan tes VCT. Mengetahui status HIV sedini mungkin bisa menolong Anda untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Ingat di vonis HIV bukan berarti vonis mati. Anda masih bisa hidup layaknya orang sehat pada umumnya.

Disclaimer : Hasil tiap individu mungkin bisa berbeda-beda Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Visit www.obatherbalwasirmanjur.com


Obat HIV Terbaru ARV Herbal Tradisional Alami


TERAPHY  HIV  HERBAL  TRADISIONAL

CALL/WA/LINE  0813-1111-0910

 AMAN  TANPA  EFEKSAMPING LULUS UJI BPOM DAN CPOTB

Teraphy Herbal telah terbukti dapat menurunkan jumlah virus terdeteksi dalam darah.  Ekstrak Sambiloto, Daun Sirsak, Bawang Putih, Sarang Semut dan Madu Propolis ternyata secara uji klinis mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita HIV. Perawatan ini tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak ada efeksamping.  Teraphy ini bisa membuat pasien beraktifitas normal seperti orang sehat pada umunya Dan juga bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian orang yang terinfeksi HIV AIDS
 Obat HIV Terbaru ARV Herbal Tradisional  Alami
Obat HIV Terbaru ARV Herbal Tradisional Alami
Obat HIV Terbaru ARV Herbal Tradisional Alami ~ Sebelum Anda memutusakn untuk memilih obat sebaiknya Anda cari tahu terlebih dulu tentang fungsi, bahan, ijin BPOM dan MUI. Khusus untuk obat herbal Anda juga perlu tahu tentang CPOTB ( Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik). Obat yang baik tentunya tidak menimbulkan efeksamping dan aman untuk dikonsumsi.
Fungsi Teraphy Herbal :
> Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
> Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit HIV
> Membantu melawan virus HIV sehingga virus tidak terus berkembang
> Membantu Menghilangkan jamur dilidah dan area mulut
> Meningkatkan CD4 secara cepat
> Menambah Nafsu makan
> Menjaga kesehatan dan kebugaran
> Mengurangi demam,diare dan keringat dingin dimalam hari
Obat HIV Herbal Di ApotikPerkembangan penyakit HIV AIDS bisa di hambat dengan menggunakan obat-obatan antiretroviral (ART/ ARV). Tapi, dari sekian banyak orang yang terjangkit oleh HIV, terapi obat tersebut bukan sebuah pilihan yang pas. Karena, biaya yang di keluarkan ARV/ARV untuk 1 orang bisa mencapai lebih dari Rp. 150 juta /Tahun. Yang mana hal tersebut tentunya amat jauh di luar kemampuan dari sebagian besar orang yang sudah terserang oleh HIV. Selain itu ART / ARV juga mempunyai banyak efek samping  yang membuat  ODHA malas minum obat tersebut.Nah, untuk itu bagi Anda yang sudah terlanjur terinfeksi HIV AIDS, jangan khawatir dan berputus asa, karena para peneliti pakar ilmu kedokteran sudah menemui jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Yaitu, dengan menggunakan Tanaman Herbal Tradisional Ampuh berikut ini :
 SAMBILOTO ( GANGJIE DENATURE )
Sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS.Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor. Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.  Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.
DAUN SIRSAK  ( ZIRZAK DENATURE )
Daun sirsak mengandung banyak sekali senyawa ajaib yang sangat berkhasiat dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya kandungan senyawa yang terdapat didalam daun sirsak itu seperti senyawa acetogenins, annohexocin, annonacin, annocatacin, annocatalin, annomuricin, anomurine, caclourine, gentisic acid, anonol, gigantetronin, linoleic acid, dan juga muricapentocin, yang mana semua senyawa itu fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kini khasiat daun sirsak makin terkuak dan ternyata daun sirsak ini sudah banyak sekali di jadikan dan di manfaatkan sebagai bahan untuk membuat obat tradisional untuk membantu mengatasi sekaligus menyembuhkan beragam jenis penyakit. Selain berkhasiat untuk mengobati beragam macam penyakit kanker, daun sirsak ini juga berkhasiat mampu untuk digunakan sebagai obat herbal HIV AIDS. Untuk mendapatkan khasiat dari daun sirsak juga sangat mudah, Anda dapat mengkonsumsi daun sirsak yang sudah di ekstrak menjadi obat herbal atau dengan merebus daun sirsak ini sendiri. Sebab, di negara Indonesia tanaman sirsak ini sangat gampang untuk tumbuh, sehingga kita ini tidak akan kesulitan untuk menemukannya.
BAWANG PUTIH ( BAWANG LANANG DENATURE )
Bawang putih adalah tanaman umum dengan akar berwarna putih berbentuk umbi lapis, serupa dengan bawang merah. Nama ilmiah adalah Allium sativum, dan tanaman ini adalah bagian dari familia Liliaceae (Lili). Bawang putih dipakai baik untuk masakan maupun sebagai tanaman obat.Saat bawang putih segar dihancurkan atau dicincang, enzim dalam umbinya dilepas dan sebuah senyawa yang mengandung sulfur (belerang) bernama allicin dibuat. Senyawa yang mengandung sulfur ini sering menjadi antibiotik yang efektif.Bawang putih mungkin berasal dari Kirgiz, daerah padang pasir Siberia. Pujangga Cina 3000 tahun SM menguji manfaat bawang putih. Jadi, bawang putih mempunyai sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat. Aristoteles menguji bawang putih pada tahun 335 SM untuk mutu pengobatan. Pada abad pertengahan, bawang putih telah dipikirkan sebagai pengobatan terhadap orang bertekanan darah tinggi, Sipilis Kencing nanah ,kehilangan nafsu makan, orang dengan masalah paru, gigitan ular, batuk rejan, dan kebotakan. Pendeta Prancis abad ke-17 makan bawang putih dalam jumlah besar untuk melawan wabah sampar, dan dilaporkan mereka bertahan hidup lebih lama daripada pendeta Inggris. Selama kedua perang dunia, tentara Rusia dan Jerman makan bawang putih sebagai pengobatan di medan pertempuran.
Mengapa ODHA Memakai Bawang Putih?
Bawang putih adalah satu-satunya antibiotik yg benar-benar dapat membunuh bakteri dan pada saat yg bersamaan melindungi tubuh dari racun yg menyebabkan infeksi.Sangat terkenal bahwa bakteri yg paling sensitif terhadap bawang Putih adalah bakteri mematikan Basilus Antracis yg menghasilkan racun Antrax. Bahkan Bapak Obat Antibiotik, LOUIS PASTEUR mengakui bahwa bawang putih sama efektifnya dgn penisilin.Darah seseorang yg mengkonsumsi bwang putih pun dpt membunuh bakteri dan telah dilaporkan bahwa Aroma dari potongan bawang putih dapat membunuh bakteri yg berjarak 20 sentimeter…!!! Subhanallah…Diantara penyakit yg dapat diobati dgn bawang putih adalah HIV AIDS. Bawang putih telah terbukti efektif dalam mengendalikan beberapa infeksi sekunder yg berhubungan dgn HIV AIDS dan menurut Duke,”Dapat menangkal HIV I dalam tubuh.”Saran bagi penderita HIV POSITIF, memakan 3-5 siung bawang putih setiap hari..saran ini datang dari direktur Immune Enhacement Project of Portland,Oregon, Amerika Serikat.
SARANG SEMUT ( MYCOPEND DENATURE )
Ahli Pengobatan Tradisional dr Ria Anindita mengatakan pada orang yang sehat, sel-sel T penolong merangsang atau mengaktifkan sistem kekebalan untuk menyerang infeksi.”HIV khususnya mengincar sel-sel T penolong ini. Ia menggunakan sel-sel itu untuk memperbanyak dirinya (replikasi). Melemahkan dan menghancurkan sel-sel T penolong hingga sistem kekebalan merosot drastis,” jelasnya.Obat anti-retrovirus (ARV) menghambat proses replikasi ini. Saat ini ada empat jenis utama ARV yang diresepkan. Analog nukleosida dan analog nonnukleosida mencegah HIV menggandakan diri ke dalam DNA seseorang. Inhibitor protease membuat enzim protease tertentu dalam sel yang terinfeksi tidak dapat menggandakan virus itu dan menghasilkan lebih banyak HIV.Inhibitor fusi bertujuan mencegah HIV memasuki sel. Dengan menghambat replikasi HIV, ARV dapat memperlambat perkembangan dari infeksi HIV menjadi AIDS, yang disebut stadium akhir penyakit HIV. “Namun untuk penggunaan Obat anti-retrovirus ini tidak semua cocok untuk penderita HIV, maka sebaiknya di konsultasikan terlebih dahulu kedokter,” ungkapnya.Selain obat ARV, bagi penderita HIV juga dapat mencoba pengobatan herbal, salah satu herbal yang dapat membantu menghambat perkembangan HIV adalah Sarang Semut.Kandungan flavonoid yang terdapat dalam Sarang Semut telah terbukti dapat merangsang perkembangan antibodi dan flavonoid ini berperan langsung sebagai antibiotik.Dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus termasuk virus HIV AIDS. Namun perlu diketahui bahwa Sarang Semut adalah salah satu obat yang bersifat herbal.”Dalam penyembuhan suatu penyakit tentu akan membutuhkan waktu tidak secara instan,” ujarnya.Kabar baik lainnya tentang pengobatan HIV-AIDS justru datang dari lebah. Lebah umum dikenal sebagai hewan yang menghasilkan madu yang digunakan sebagai penambah energi, antibodi, dan beberapa manfaat lain bagi kesehatan. Baru-baru ini, Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair), Surabaya, melakukan uji klinis atas manfaat propolis lebah bagi kesembuhan pasien HIV/AIDS.”Propolis merupakan air liur yang dihasilkan oleh lebah,” jelasnya.Dari hasil studi dan uji coba terapi propolis atau air liur digabung dengan racun lebah terhadap pasien HIV/AIDS, ditemukan bahwa racun yang dihasilkan lebah memang tidak menghancurkan virus. Racun itu menembus dinding virus yang membuat virus mengecil yang kemudian hilang.
MADU PROPOLIS ( MADU FERMENTASI DENATURE )
Propolis merupakan substrar getah dari tunas daun dan kulit batang tanaman Coniter (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian berusaha mencampur dengan zat yang disekresi kelenjar air lebah. Propolis membuat sarang lebah menjadi steril dan terhindar dari pengaruh bakteri, virus dan jamur. Propolis dan bee pollen memiliki flavonoid dan berbagai senyawa phenolic dalam kadar tinggi, memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan.Propolis mengandung 55% resin, 30% lilin lebah, 10% berbagai minyak aromatik, 5% bee pollen. Asam amino esensial yang terkandung dalam propolis penting untuk regenerasi sel. Propolis juga mengandung semua mineral kecuali sulfur, mengadung semua vitamin kecuali vitamin K. Juga mengandung bioflavonoid suatu anti oksidan dan suplemen sel. Pada pasien HIV/AIDS propolis bermafaat sehubungan dengan efek anti inflamasi, anti oksidan, antimikroba, serta regenerasi sel sehingga penting dalam upaya mencegah masuknya mikroorganisme pemicu infeksi sekunder. Pada pasien HIV sistem imun tertekan, ditandai oleh semakin menurunnya jumlah CD4 pada awalnya secara graduil. Defisiensi mineral pendukung sistem imun mempercepat penurunan kekebalan tubuh ditandai oleh penurunan CD4 yang berlangsung progresif. Punurunan dibawah 200 sel per mm3 berpotensi memunculkan berbagai macam infeksi sekunder yang mendorong terjadi penggeseran dari HIV ke AIDS.Lipase berguna dalam membantu enzim pencernakan sehingga cepat menghancurkan makanan komponen lemak sehingga mengurangi potensi gangguan rasa nyaman di saluran cerna, rasa mudah penuh, kembung, sari makanan mudah diserap usus.Madu dengan berbagai komponen tersebut bermanfaat untuk dikonsumsi pasien HIV/AIDS. Pada orang dewasa konsumsi madu ideal 100-200 g per hari. Bagi pasien HIV/AIDS terutama yang disertai sindrom wasting kebutuhan meningkat menjadi sekitar 400 g per hari. Konsumsi madu secara teratur akan dapat meningkatkan berat badan, menambah masa otot, meningkatkan status imun, meredam pengaruh negatif radikal bebas, serta meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.Sejak dahulu madu sudah dikenal sebagai obat. Madu merupakan produk yang tersimpan rapi dalam perut madu lebah yang di dalam Al- Qur’an (An-Nahl: 68-69): Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ”Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. Pasien HIV/AIDS yang mengkonsumsi madu secara teratur akan tampil lebih bugar, bersemangat dan penuh vitalitas. Hal tersebut terkait berbagai komponen yang terkandung dalam madu sangat bermanfaat bagi stamina dan membangun energi. Kini madu menarik perhatian para pakar kesehatan, termasuk para praktisi infeksi HIV/AIDS.
 SENTUHAN RELIGI PADA PASIEN HIV
Pasien HIV perlu melalui lima tahapan untuk dapat menerima penyakit ini. Tahapan tersebut penolakan (denial), marah (angry), depresi (depression), persetujuan dan mulai menerima (bargain), dan akhirnya dapat menerima (accepted) penyakit HIV tersebut menghinggapi dirinya. Pada tahap awal, pasien yang kurang kuat landasan religi cenderung mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri atau berusaha menularkan ke orang lain. Jalan pintas tersebuat terjadi akibat sempitnya cara pandang, terbatasnya pemahaman infeksi HIV dan ”hatinya beku”. Padahal hati itu seharusnya di arahkan dan di manfaatkan untuk bertafakkur, berdzikir, dan untuk menerima nasihat. Perlu dihayati bahwa respon akal manusia akan diteruskan ke hati, selanjutnya dari hati akan diteruskan ke nurani, dari nurani akan diteruskan ke fana, dari fana akan diteruskan ke wujud.Pasien HIV perlu mendapatkan pendampingan berlandaskan religi agar mampu memandang lahiriah dengan mata kepala, memandang keadaan batiniah dengan mata hati, dan dengan nuraninya pada saatnya dapat memandang Allah swt. Pendampingan perlu menekankan dan meyakinkan bahwa meski dalam keadaan sakit terinfeksi HIV terkendali, iklas dan akan patuh dan setuju dengan keputusan Allah swt sebagai batu ujian. Pasien pada tahap selanjutnya mampu bergerak dan berjalan menurut kehendak takdir, mampu mendekat kepada Allah swt dan tidak tertutup kemungkinan menjadi pribadi mulia yang dilayani dan ditaati para sahabat dan orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bila berhasil merupakan buah dari kesedihannya begitu dinyatakan terinfeksi HIV, kemudian bermujahadah melawan kebiasaan buruk melibatkan nafsu, keinginan, watak, kebiasaan, syaitan, dan rekanan masa lalu yang membawa ke jurang kehancuran sebelumnya.

Demikianlah artikel sederhana mengenai TERAPHY HIV HERBAL TRADISIONAL ini saya persembahkan , semoga bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan mengenai HIV AIDS. Jika Anda beresiko, segeralah lakukan tes VCT. Mengetahui status HIV sedini mungkin bisa menolong Anda untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Ingat di vonis HIV bukan berarti vonis mati. Anda masih bisa hidup layaknya orang sehat pada umumnya.

Disclaimer : Hasil tiap individu mungkin bisa berbeda-beda Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Visit www.obatherbalwasirmanjur.com


Obat HIV Terbaru 2017


TERAPHY  HIV  HERBAL  TRADISIONAL

CALL/WA/LINE  0813-1111-0910

 AMAN  TANPA  EFEKSAMPING LULUS UJI BPOM DAN CPOTB

Teraphy Herbal Denature telah terbukti dapat menurunkan jumlah virus terdeteksi dalam darah. Ekstrak Bawang Putih, Sirsak, Sambiloto dan Madu Fermentasi  ternyata secara uji klinis mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita HIV. Perawatan ini tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak ada efeksamping. Teraphy ini bisa membuat pasien beraktifitas normal seperti orang sehat pada umunya. Hal ini akan bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian dari orang yang terinfeksi HIV

Obat HIV Terbaru 2017
Obat HIV Terbaru 2017

 

Obat HIV Terbaru 2017 ~ Sebelum kita melakukan pengobatan ada baiknya kita memahami apa itu obat. Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia’. Kep. MenKes RI No. 193/Kab/B.VII/71. Adapun obat untuk penderita HIV bisa didapatkan dari obat kimia dan obat herbal. Berikut beberapa tips pengobatan HIV herbal yang bisa  Anda lakukan sendiri dirumah.

 

TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH  Sambiloto Hambat HIV/AIDS
Sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS.Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.

“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor. Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.

Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit,
Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.

Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.

Obat HIV 2017 Untuk Ibu Hamil ~ Perkembangan penyakitHIV AIDS bisa di hambat dengan menggunakan obat-obatan antiretroviral (ART/ ARV). Tapi, dari sekian banyak orang yang terjangkit oleh HIV, terapi obat tersebut bukan sebuah pilihan yang pas. Karena, biaya yang di keluarkan untuk mengendalikan virus dengan obat-obatan HIV untuk 1 orang saja sangat besar, yakni mencapai lebih dari Rp. 150 juta di setiap tahunnya. Yang mana hal tersebut tentunya amat jauh di luar kemampuan dari sebagian besar orang yang sudah terserang oleh HIV untuk membayar biaya tersebut. Selain itu  ART dan ARV juga mempunyai  efek samping yang  membuat orang dengan ODHA malas minum obat. Nah, untuk itu bagi Anda yang sudah terlanjur terinfeksi HIV AIDS, jangan khawatir dan berputus asa, karena para peneliti pakar ilmu kedokteran sudah menemui jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Yaitu, dengan menggunakan Tanaman Herbal Tradisional Ampuh seperti yang akan di paparkan di bawah ini, diantaranya :

DAUN SIRSAK
Daun sirsak mengandung banyak sekali senyawa ajaib yang sangat berkhasiat dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya kandungan senyawa yang terdapat didalam daun sirsak itu seperti senyawa acetogenins, annohexocin, annonacin, annocatacin, annocatalin, annomuricin, anomurine, caclourine, gentisic acid, anonol, gigantetronin, linoleic acid, dan juga muricapentocin, yang mana semua senyawa itu fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kini khasiat daun sirsak makin terkuak dan ternyata daun sirsak ini sudah banyak sekali di jadikan dan di manfaatkan sebagai bahan untuk membuat obat tradisional untuk membantu mengatasi sekaligus menyembuhkan beragam jenis penyakit. Selain berkhasiat untuk mengobati beragam macam penyakit kanker, daun sirsak ini juga berkhasiat mampu untuk digunakan sebagai obat herbal HIV AIDS. Untuk mendapatkan khasiat dari daun sirsak juga sangat mudah, Anda dapat mengkonsumsi daun sirsak yang sudah di ekstrak menjadi obat herbal atau dengan merebus daun sirsak ini sendiri. Sebab, di negara Indonesia tanaman sirsak ini sangat gampang untuk tumbuh, sehingga kita ini tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

Bawang putih adalah tanaman umum dengan akar berwarna putih berbentuk umbi lapis, serupa dengan bawang merah. Nama ilmiah adalah Allium sativum, dan tanaman ini adalah bagian dari familia Liliaceae (Lili). Bawang putih dipakai baik untuk masakan maupun sebagai tanaman obat.Saat bawang putih segar dihancurkan atau dicincang, enzim dalam umbinya dilepas dan sebuah senyawa yang mengandung sulfur (belerang) bernama allicin dibuat. Senyawa yang mengandung sulfur ini sering menjadi antibiotik yang efektif.Bawang putih mungkin berasal dari Kirgiz, daerah padang pasir Siberia. Pujangga Cina 3000 tahun SM menguji manfaat bawang putih. Jadi, bawang putih mempunyai sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat. Aristoteles menguji bawang putih pada tahun 335 SM untuk mutu pengobatan. Pada abad pertengahan, bawang putih telah dipikirkan sebagai pengobatan terhadap orang bertekanan darah tinggi, kehilangan nafsu makan, orang dengan masalah paru, gigitan ular, batuk rejan, dan kebotakan. Pendeta Prancis abad ke-17 makan bawang putih dalam jumlah besar untuk melawan wabah sampar, dan dilaporkan mereka bertahan hidup lebih lama daripada pendeta Inggris. Selama kedua perang dunia, tentara Rusia dan Jerman makan bawang putih sebagai pengobatan di medan pertempuran.

Mengapa ODHA Memakai Bawang Putih?
Bawang putih adalah satu-satunya antibiotik yg benar-benar dapat membunuh bakteri dan pada saat yg bersamaan melindungi tubuh dari racun yg menyebabkan infeksi.Sangat terkenal bahwa bakteri yg paling sensitif terhadap bawang Putih adalah bakteri mematikan Basilus Antracis yg menghasilkan racun Antrax. Bahkan Bapak Obat Antibiotik, LOUIS PASTEUR mengakui bahwa bawang putih sama efektifnya dgn penisilin.Darah seseorang yg mengkonsumsi bwang putih pun dpt membunuh bakteri dan telah dilaporkan bahwa Aroma dari potongan bawang putih dapat membunuh bakteri yg berjarak 20 sentimeter…!!! Subhanallah…Diantara penyakit yg dapat diobati dgn bawang putih adalah HIV AIDS. Bawang putih telah terbukti efektif dalam mengendalikan beberapa infeksi sekunder yg berhubungan dgn HIV AIDS dan menurut Duke,”Dapat menangkal HIV I dalam tubuh.”Saran bagi penderita HIV POSITIF, memakan 3-5 siung bawang putih setiap hari..saran ini datang dari direktur Immune Enhacement Project of Portland,Oregon, Amerika Serikat.

MADU PROPOLIS
Propolis merupakan substrar getah dari tunas daun dan kulit batang tanaman Coniter (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian berusaha mencampur dengan zat yang disekresi kelenjar air lebah. Propolis membuat sarang lebah menjadi steril dan terhindar dari pengaruh bakteri, virus dan jamur. Propolis dan bee pollen memiliki flavonoid dan berbagai senyawa phenolic dalam kadar tinggi, memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan.Propolis mengandung 55% resin, 30% lilin lebah, 10% berbagai minyak aromatik, 5% bee pollen. Asam amino esensial yang terkandung dalam propolis penting untuk regenerasi sel. Propolis juga mengandung semua mineral kecuali sulfur, mengadung semua vitamin kecuali vitamin K. Juga mengandung bioflavonoid suatu anti oksidan dan suplemen sel. Pada pasien HIV/AIDS propolis bermafaat sehubungan dengan efek anti inflamasi, anti oksidan, antimikroba, serta regenerasi sel sehingga penting dalam upaya mencegah masuknya mikroorganisme pemicu infeksi sekunder. Pada pasien HIV sistem imun tertekan, ditandai oleh semakin menurunnya jumlah CD4 pada awalnya secara graduil. Defisiensi mineral pendukung sistem imun mempercepat penurunan kekebalan tubuh ditandai oleh penurunan CD4 yang berlangsung progresif. Punurunan dibawah 200 sel per mm3 berpotensi memunculkan berbagai macam infeksi sekunder yang mendorong terjadi penggeseran dari HIV ke AIDS.Lipase berguna dalam membantu enzim pencernakan sehingga cepat menghancurkan makanan komponen lemak sehingga mengurangi potensi gangguan rasa nyaman di saluran cerna, rasa mudah penuh, kembung, sari makanan mudah diserap usus.Madu dengan berbagai komponen tersebut bermanfaat untuk dikonsumsi pasien HIV/AIDS. Pada orang dewasa konsumsi madu ideal 100-200 g per hari. Bagi pasien HIV/AIDS terutama yang disertai sindrom wasting kebutuhan meningkat menjadi sekitar 400 g per hari. Konsumsi madu secara teratur akan dapat meningkatkan berat badan, menambah masa otot, meningkatkan status imun, meredam pengaruh negatif radikal bebas, serta meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.

Sejak dahulu madu sudah dikenal sebagai obat. Madu merupakan produk yang tersimpan rapi dalam perut madu lebah yang di dalam Al- Qur’an (An-Nahl: 68-69): Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ”Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. Pasien HIV/AIDS yang mengkonsumsi madu secara teratur akan tampil lebih bugar, bersemangat dan penuh vitalitas. Hal tersebut terkait berbagai komponen yang terkandung dalam madu sangat bermanfaat bagi stamina dan membangun energi. Kini madu menarik perhatian para pakar kesehatan, termasuk para praktisi infeksi HIV/AIDS.

SENTUHAN RELIGI PADA PASIEN HIV
Pasien HIV perlu melalui lima tahapan untuk dapat menerima penyakit ini. Tahapan tersebut penolakan (denial), marah (angry), depresi (depression), persetujuan dan mulai menerima (bargain), dan akhirnya dapat menerima (accepted) penyakit HIV tersebut menghinggapi dirinya. Pada tahap awal, pasien yang kurang kuat landasan religi cenderung mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri atau berusaha menularkan ke orang lain. Jalan pintas tersebuat terjadi akibat sempitnya cara pandang, terbatasnya pemahaman infeksi HIV dan ”hatinya beku”. Padahal hati itu seharusnya di arahkan dan di manfaatkan untuk bertafakkur, berdzikir, dan untuk menerima nasihat. Perlu dihayati bahwa respon akal manusia akan diteruskan ke hati, selanjutnya dari hati akan diteruskan ke nurani, dari nurani akan diteruskan ke fana, dari fana akan diteruskan ke wujud.Pasien HIV perlu mendapatkan pendampingan berlandaskan religi agar mampu memandang lahiriah dengan mata kepala, memandang keadaan batiniah dengan mata hati, dan dengan nuraninya pada saatnya dapat memandang Allah swt. Pendampingan perlu menekankan dan meyakinkan bahwa meski dalam keadaan sakit terinfeksi HIV terkendali, iklas dan akan patuh dan setuju dengan keputusan Allah swt sebagai batu ujian. Pasien pada tahap selanjutnya mampu bergerak dan berjalan menurut kehendak takdir, mampu mendekat kepada Allah swt dan tidak tertutup kemungkinan menjadi pribadi mulia yang dilayani dan ditaati para sahabat dan orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bila berhasil merupakan buah dari kesedihannya begitu dinyatakan terinfeksi HIV, kemudian bermujahadah melawan kebiasaan buruk melibatkan nafsu, keinginan, watak, kebiasaan, syaitan, dan rekanan masa lalu yang membawa ke jurang kehancuran sebelumnya.

Demikianlah artikel sederhana mengenai TERAPHY HIV HERBAL TRADISIONAL ini saya persembahkan , semoga bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan mengenai HIV AIDS. Jika Anda beresiko, segeralah lakukan tes VCT. Mengetahui status HIV sedini mungkin bisa menolong Anda untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Ingat di vonis HIV bukan berarti vonis mati. Anda masih bisa hidup layaknya orang sehat pada umumnya.

Nikmati kemudahan dan kenyamanan belanja herbal online dengan pelayanan cepat dan ramah. Kami memberi GARANSI UANG KEMBALI serta LAYANAN KONSULTASI GRATIS. Denature Indonesia  memberikan jaminan kualitas pelayanan, jaminan pengiriman, dan kepuasan konsumen.

Call/ Wa/ Line 0813-1111-0910  PIN D5445DB5.

Disclaimer : Hasil tiap individu mungkin bisa berbeda-beda Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Visit  www.obatherbalwasirmanjur.com


Obat HIV Murah Paten Penemuan Jerman


OBAT  HIV AMPUH  TANPA EFEKSAMPING

TELP/ WA/ LINE 082111771133.

Apakah Anda Di Sini Mencari Penyelesaian Masalah
HIV AIDS?

Jika YA, izinkan kami membantu anda

” Pengobatan Herbal Denature telah terbukti dapat menurunkan jumlah virus terdeteksi dalam darah hingga menjadi nol. Perawatan ini tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak ada efeksamping. Obat ini bisa membuat pasien hidup lebih lama dan bisa beraktifitas normal seperti orang sehat pada umunya. Hal ini akan bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian dari orang yang terinfeksi HIV”

Obat HIV Murah Paten Penemuan Jerman
Obat HIV Murah Paten Penemuan Jerman

Obat HIV Murah Paten Penemuan Jerman ~ Untuk mengobati HIV yang sifatnya keras kepala para ilmuwan kedokteran, praktisi kesehatan, pakar hebalist terus meneliti dan melakukan inovasi untuk menghasilkan obat yang paten, ekonomis dan tidak ada efeksamping. Begitupula dengan Pakar Pengobatan Herbalis De Nature Indonesia. Melalui proses yang panjang dan penelitian serta uji Klinis kini hadir Obat HIV Herbal Tanpa Efeksamping. Berbahan herbal murni dari daun kumis kucing, sambiloto, akar Alang-alang dan sirih merah, teruji klinis lulus BPOM dan bersertifikasi halal dari MUI, sangat Aman untuk Ibu hamil dan menyusui sekalipun. Herbal alami lulus uji DINAS KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dengan Nomor Izin UKOT DINKES 503/1259/2016/2. Anda tidak perlu meminta resep dokter maupun pergi ke apotek untuk mendapatkan obat sipilis, Namun demikian, Anda tetap membutuhkan petunjuk orang yang ahli di bidang herbal dalam pemakaiannya. Pemakaian obat apapun secara sembarangan tidak disarankan.

MENGAPA HERBAL?
Resep Obat HIV Ampuh Manjur Tanpa Efeksamping ~ Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan atau hewan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis). Obat Herbal yang berasal dari tumbuhan (nabati) misalnya jahe, bawang putih, kurma, jintan hitam (Habbatussauda), dsb. Yang berasal dari hewan (hewani) diantaranya Teripang (Gamat), Madu, Propolis, minyak ikan hiu, dsb. Pada jaman sekarang ini, dengan berkembangnya teknologi kedokteran yang semakin pesat dan banyaknya riset penelitian berkaitan dengan obat-obatan, maka semakin membuka mata kita bahwa ternyata alam secara alaminya telah menyediakan obat yang manjur untuk segala penyakit. Obat-obatan itu tidaklah sulit dicari dan beda dengan obat dari bahan kima sintetis, yang lambat laun akan menimbulkan efek samping pada tubuh kita.

 KEUNGGULAN OBAT HREBAL

  1. Harganya terjangkau
  2. Tidak ada Efek samping
  3. Pengobatan Langsung Kesumber Penyakit
  4. Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh.
  5. Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia.

OBAT MORICI ( ANTIOKSIDAN ALAMI )
Fungsi utama dari MORICI adalah Meningkatkan Imunitas, Sebagai Suplemen Protein, Antioksidan, Meningkatkan Imunitas dan Anti Radang. Ilmu Pengetahuan tentang sistem kekebalan tubuh terus dikembangkan dan dipelajari selama 15th terakhir, dan kebanyakan penelitian ini ditujukan untuk melawan virus HIV. Seperti halnya menghancurkan sel-sel kanker yang abnormal,sistem kekebalan tubuh juga menggunakan pendekatan yang sama untuk menghancurkan sel-sel abnormal yang terinfeksi HIV maupun mikro-organisme. Jadi Obat Herbal yang dibutuhkan adalah yang bisa meningkatkan imunitas tubuh dari sel-sel dimediasi.

OBAT BAWANG LANANG ( BAWANG PUTIH TUNGGAL )
Bawang putih yang mempunyai nama latin Allium Sativum adalah tanaman yang digolongkan menjadi jenis tanaman herbal. Bawang putih banyak dimanfaatkan sebagai bumbu pelengkap makanan, kemudian juga telah dikenal sebagai salah satu obat herbal untuk kesehatan.Biasanya 1 siung bawang putih terdiri atas beberapa biji bawang yang saling menempel membentuk bulatan. Lain halnya dengan bawang putih biasa, Bawang Putih Tunggal atau Bawang Putih Lanang tidak menempel dengan biji bawang lainnya. Bawang putih lanang memiliki bentuk bulat dan warnanya jauh lebih putih daripada bawang putih biasa. Dari hasil penelitian uji klinis ternyata bawang putih lanang memiliki kandungan berbagai senyawa kimia 5-6 kali lebih banyak daripada bawang putih biasa. Meski demikian, bawang jenis ini memang masih jarang digunakan dalam keseharian jika dibandingkan dengan bawang putih biasa. Bawang putih ini mengandung minyak atsiri yang bermanfaat sebagai antiseptik dan antibakteri. Semisal bawang putih lanang ini direndam madu dan jahe merah, maka akan sangat baik untuk penderita kolesterol, sakit jantung, masalah jerawat dan masih banyak lagi untuk penyakit kronis lainnya.

Mencegah kanker Kandungan sulfida yang ada di dalamnya membantu hati melawan senyawa beracun pemicu kanker. Sel kanker terhambat penyebarannya karena di basmi oleh kandungan zat gizi anti kanker yang terdapat dlam bawang putih ini.Mengobati influenza .Seperti kita ketahui gejala awal dari HIV adalah flu yang tak kunjung sembuh. Bau menyengat yang berasal dari bawang putih ini merangsang kerja membranmocus sehingga saluran pernafasan bisa lebih lega.

OBAT GANGJIE GHOSIAH ( SAMBILOTO DAN DAUN BINAHONG )
Sambiloto adalah tumbuhan liar yang memiliki banyak khasiat yaitu dapat mengobati berbagai macam penyakit. Sambiloto dapat juga di temukan di tempat-tempat seperti kabun, tepi sungai, tanah kosong yang lembab. Daun sambiloto mengandung laktone dan flavonoid. Laktone di peroleh dari daun dan cabangnya, masing-masing mengandung deoxyandrographoldie, andropraholide(zat pahit), 14-deoxy-n, 12-didehydroandrographolide, dan homoandrographolide. Terdapat juga alkane, keton, aldehid, mineral (kalsium, kalium, natrium), asam kersik dan damar. Flavonoid sendiri apling banyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrgrafin, pan ikulin, mono-0-metilwithin, dan apigenin-7, 4-dimetiler. Fungsi utama Sambiloto :

  • Mencegah kanker
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menjaga stamina
  • Efektif untuk menawar racun

OBAT MADU FERMENTASI DE NATURE
Jelas ada dalam ayat Al-Qur`an Madu obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS: An – Nahl :69) Firman tersebut dibuktikan oleh hasil penelitian, fakta dan kesaksian dari jaman ke jaman yang diantaranya madu terbukti secara klinis dan empiris efektif untuk hal-hal berikut:

1. Mengembalikan kekuatan tubuh
a) memulihkan kesegaran tubuh dan menambah tenaga.
b) memulihkan sel-sel urat besar.
c) menjaga dan mengimbangi kekuatan badan.
d) merangsang tenaga batin.
e) memperbaiki sel jaringan tubuh yang rusak

2. Membersihkan dan menambah darah.
a) memulihkan kembali bekuan darah dan meperbaiki aliran darah.
b) membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.
c) mengimbangi kandungan lemak dan membuat jantung aktif.
d) menghilangkan rasa kebas-kebas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.
e) membunuh bakteri dan virus berbahaya dalam tubuh penderita penyakit tertentu
f) meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dan sel-T

3. Manfaat Umum:
a) mencegah kegemukan yang tidak terkendali.
b) memudahkan proses pembuangan dan susah buang air.
c) memulihkan penyakit berkepanjangan.
d) menguatkan jantung, buah pinggang dan badan.
e) menyembuhkan penyakit dalam perut.
f) mempercepat penyembuhan luka atau bekas pembedahan.
g) memulihkan batuk dan lelah.
h) menghilangkan badan letih dan lesu.
i) mengurangi rasa sakit bila datang haid.
j) baik untuk perempuan bersalin.
k) membantu menerangkan penglihatan

PENGERTIAN HIV DAN AIDS
HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

SEBERAPA CEPAT HIV BISA BERKEMBANG MENJADI AIDS ?
Lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dan Pengobatan Herbal dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

Meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal. Pengobatan serta perawatan penyakit ini dilakukan dengan berbagai tahapan dan juga sejumlah unsur yang berbeda.Berikut adalah cara pengobatan pada penderita HIV :

  • Yoga, Meditasi, tidak merokok, Makanan 4 sehat 5 sempurna
  • Vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus 5 tahunan
  • Konseling tes mandiri (VCT) dan Konseling tindak lanjut
  • Dukungan bagi pencegahan penularan HIV
  • Pengobatan Herbal misal Terapi Bawang Putih, Sirih Merah, Teh hijau, Gingseng
  • Pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat antiretroviral.

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

EFEK SAMPING PENGOBATAN MEDIS / KIMIA
Pemakaian berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Obat ini memang tidak akan menyembuhkan HIV AIDS, tapi paling tidak bisa mengurangi gejala dan dan berbagai penyakit yang menyerang penderita karena sistem kekebalan tubuh yang terus melemah. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping dibawah ini.

  • Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
  • Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
  • Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
  • Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV AIDS.

PENYEBARAN HIV AIDS
HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:

  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV
  • Melalui seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.

TES INVEKSI HIV
Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV.Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:

  1. Komunitas AIDS Indonesia
  2. ODHA Indonesia
  3. Himpunan Abiasa
  4. Yayasan Spiritia
  5. Yayasan Orbit
  6. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

HIV/AIDS DI INDONESIA
Secara global, infeksi HIV/AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.

Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

CARA MENCEGAH HIV – AIDS
Hindari Kontak dengan Darah yang terinfeksi
HIV Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

Hati-hati dengan Jarum suntik dan peralatan Bedah Obat infus
Jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata,, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah:
* Jangan menggunakan kembali Alat suntik sekali pakai.
* Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
* Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
* Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.

Gunakan Kondom
Cara lain untuk penularan HIV adalah melalui kontak seksual tidak terlindungi. kondom adalah baris pertama pertahanan Anda untuk menghindari terinfeksi HIV. Hal ini sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak hanya akan mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV, tetapi juga dapat melindungi diri dari infeksi menular seksual lainnya. kondom Lateks adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat menggunakan kondom polyurethane. Jangan menggunakannya kembali dan pastikan bahwa tidak ada yang rusak di hambatan saat menggunakannya.

Hindari Seks Bebas
HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.

GEJALA DAN TAHAPAN HIV
Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi. Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama
Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menyebabkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Ini sering disebut sebagai serokonversi.Diperkirakan sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan hingga satu bulan. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tahap Kedua
Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa munculnya gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV
Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

  • Kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Merasa kelelahan hampir pada tiap saat.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Diare yang parah dan berkelanjutan.
  • Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan atau vagina.
  • Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat pada tahap ini. Misalnya kanker, TB, dan pneumonia. Tapi meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik untuk penggunaan narkotika.Entah terjadi gejala atau tidak, seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif mengidap HIV lebih mudah menularkan virus beberapa minggu setelah mereka tertular. Pengobatan terhadap HIV akan menurunkan risiko penyebaran kepada orang lain.

PENULARAN HIV
HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urin tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak.

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk atau peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau orang yang melakukan seks dengan orang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.

Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut.
Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi.Menerima seks oral dari orang yang menderita HIV, risikonya sangat rendah, karena HIV tidak menular melalui air liur.

Tranfusi darah.
Dari ibu kepada bayi, baik saat kehamilan, melahirkan atau ketika menyusui.
Berbagi jarum, baik untuk menindik atau menato.
Berbagi suntikan, terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik).

PENGARUH HIV PADA TUBUH MANUSIA
Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi kita dari penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Sel ini melindungi dari beragam bakteri, virus dan kuman lainnya.HIV menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Virus memasuki sistem kekebalan pada sel CD4. Virus ini memanfaatkan sel CD4 untuk menggandakan dirinya ribuan kali. Virus yang menggandakan diri ini akan meninggalkan sel CD4 dan membunuhnya pada waktu yang sama. Makin banyak sel CD4 yang mati, sistem kekebalan tubuh akan makin rendah. Hingga akhirnya, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi.Ketika proses ini terjadi, tubuh akan tetap merasa sehat dan tidak ada masalah. Kondisi ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih. Dan penderita bisa menyebarkan virus pada periode ini.

ORANG-ORANG YANG BERESIKO TERINFEKSI HIV
Ingatlah bahwa semua orang berisiko terinfeksi HIV, tanpa mengenal batasan usia. Tapi terdapat beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi HIV. Mereka adalah:

  • Orang-orang yang memakai narkotika suntik
  • Orang membuat tato atau tindik.
  • Orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom
  • Orang yang melakukan transfusi darah di daerah dengan angka HIV tinggi.
  • Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.
  • Orang yang melakukan hubungan seks dengan pemakai narkotika suntik
  • Orang yang tinggal atau sering bepergian ke daerah dengan angka HIV tinggi misalnya Afrika, Eropa Timur, Asia dan Amerika bagian selatan.

KELEBIHAN BELANJA ONLINE PADA KLINIK DENATURE INDONESIA

  1. Harga Yang Relatif Mencerminkan Kualitas Kemanjuran Produk
  2. Setiap Penyakit Berbeda Obatnya
  3. Efisiensi Waktu Dan Tenaga ( Tanpa Ke Dokter Untuk Konsultasi )
  4. Masa Penyembuhan Relatif Singkat
  5. Rahasia Atau Privasi Pasien Terjamin
  6. Pengiriman Paket Obat Cepat Dan Aman

Demikianlah artikel sederhana mengenai Obat HIV Murah Paten Penemuan Jerman ini saya persembahkan buat Bapak/Ibu semua semoga bisa bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan mengenai HIV AIDS sehingga diharapkan Bapak/Ibu semua dapat menjaga diri, sahabat, keluarga tercinta agar terhindar dari penyakit HIV AIDS maupun penyakit seksual menular lainnya.

Disclaimer : Hasil tiap individu mungkin bisa berbeda-beda Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. We Do Becouse We Care