6 Tanaman Obat Pembunuh Virus Dalam Tubuh Di Apotik


TERAPHY  HIV  HERBAL  TRADISIONAL

CALL/WA/LINE  0813-1111-0910

 AMAN  TANPA  EFEKSAMPING LULUS UJI BPOM DAN CPOTB

Teraphy Herbal telah terbukti dapat menurunkan jumlah virus terdeteksi dalam darah.  Ekstrak Sambiloto, Daun Sirsak, Bawang Putih, Sarang Semut dan Madu Propolis ternyata secara uji klinis mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita HIV. Perawatan ini tidak menyebabkan ketergantungan dan tidak ada efeksamping.  Teraphy ini bisa membuat pasien beraktifitas normal seperti orang sehat pada umunya Dan juga bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian orang yang terinfeksi HIV AIDS
 7 Tanaman Obat Pembunuh Virus Dalam Tubuh Di Apotik
7 Tanaman Obat Pembunuh Virus Dalam Tubuh Di Apotik
6 Tanaman Obat Pembunuh Virus Dalam Tubuh Di Apotik ~ Berikut adalah beberapa tanaman yang bisa Anda jadikan sebagai antivirus . Meski sederhana tanaman ini sudah berabad-abad  telah digunakan para leluhur Elderberry
Selama berabad-abad, Elderberry telah digunakan untuk mengatasi flu serta mengobati luka terbuka. Sebuah penelitian modern di tahun 2012 oleh Kinoshita menemukan bahwa jus Elderberry mampu meningkatkan respon sistem imun tubuh terhadap virus influenza pada manusia (alias virus flu), sehingga mampu melindungi tubuh dari ancaman infeksi virus.

Echinacea
Echinacea adalah tanaman herbal antivirus asli Amerika yang telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengatasi luka dan infeksi. Herbal antivirus ini dijuluki “penyembuh segala sakit”. Sebuah publikasi terbaru oleh Ross menyimpulkan bahwa ekstrak Echinacea dapat meringankan sakit pilek yang berkepanjangan serta mengurangi kebutuhan penderitanya untuk mengonsumsi obat tambahan. Ross menyimpulkan bahwa Echinacea bisa menjadi obat antivirus yang efektif dalam mengendalikan dan mencegah sakit pilek biasa.

Calendula
Menurut badan National Institutes of Health, bunga Calendula (alias Marigold) biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi kejang otot, demam, serta nyeri dan pembengkakan. Hanya ada beberapa penelitian yang berfokus pada kemampuan herbal ini sebagai antivirus. Salah satu yang paling menonjol adalah penelitian yang diterbitkan oleh Kalvatchev, Walder, dan Garzaro, yang menyimpulkan bahwa ekstrak Calendula organik berpotensi sebagai obat antivirus HIV. Ekstrak ini dapat secara signifikan mengurangi aktivitas HIV dan memperlambat perkembangannya.

Noni Juice
Noni juice merupakan suplemen yang sangat penting bagi tubuh karena kemampuannya dalam mendongkrak sistem imun tubuh agar bekerja secara alami. Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Burns School of Medicine di University of Hawaii mengungkapkan bahwa Noni juice mengandung bahwa Noni juice mengandung senyawa yang kaya akan polisakarida yang diketahui mampu mendongkrak sistem imun tubuh melalui peningkatkan aktivitas sel-sel darah putih.awang putih sudah sejak lama terkenal karena sifat antibakteri-nya yang kuat. Tetapi bagaimana dengan kemampuannya dalam melawan infeksi virus? Bawang putih adalah lawan yang kuat untuk memerangi virus. Dua penelitian lawas yang diterbitkan pada tahun 1985 dan 1992 membuktikan potensi bawang putih untuk mengatasi influenza.Penelitian pada tahun 1985 mempelajari kemampuan ekstrak bawang putih dan menemukan bahwa herbal ini sanggup melawan influenza tipe B. Hasil yang serupa terlihat dalam penelitian tahun 1992, dimana ekstrak bawang putih segar terbukti membunuh berbagai jenis virus, termasuk virus herpes simpleks. Belakangan, penelitian di tahun 2001 membuktikan bahwa bawang putih sanggup meningkatkan sistem imun tubuh yang membantu memerangi infeksi virus.

Elderberry
Selama berabad-abad, Elderberry telah digunakan untuk mengatasi flu serta mengobati luka terbuka. Sebuah penelitian modern di tahun 2012 oleh Kinoshita menemukan bahwa jus Elderberry mampu meningkatkan respon sistem imun tubuh terhadap virus influenza pada manusia (alias virus flu), sehingga mampu melindungi tubuh dari ancaman infeksi virus.

Echinacea
Echinacea adalah tanaman herbal antivirus asli Amerika yang telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengatasi luka dan infeksi. Herbal antivirus ini dijuluki “penyembuh segala sakit”. Sebuah publikasi terbaru oleh Ross menyimpulkan bahwa ekstrak Echinacea dapat meringankan sakit pilek yang berkepanjangan serta mengurangi kebutuhan penderitanya untuk mengonsumsi obat tambahan. Ross menyimpulkan bahwa Echinacea bisa menjadi obat antivirus yang efektif dalam mengendalikan dan mencegah sakit pilek biasa.

Calendula
Menurut badan National Institutes of Health, bunga Calendula (alias Marigold) biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi kejang otot, demam, serta nyeri dan pembengkakan. Hanya ada beberapa penelitian yang berfokus pada kemampuan herbal ini sebagai antivirus. Salah satu yang paling menonjol adalah penelitian yang diterbitkan oleh Kalvatchev, Walder, dan Garzaro, yang menyimpulkan bahwa ekstrak Calendula organik berpotensi sebagai obat antivirus HIV. Ekstrak ini dapat secara signifikan mengurangi aktivitas HIV dan memperlambat perkembangannya.

Fungsi Teraphy Herbal :
> Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
> Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit HIV
> Membantu melawan virus HIV sehingga virus tidak terus berkembang
> Membantu Menghilangkan jamur dilidah dan area mulut
> Meningkatkan CD4 secara cepat
> Menambah Nafsu makan
> Menjaga kesehatan dan kebugaran
> Mengurangi demam,diare dan keringat dingin dimalam hari
Obat Pembunuh Virus Dalam Tubuh Kimia FarmaPerkembangan penyakit HIV AIDS bisa di hambat dengan menggunakan obat-obatan antiretroviral (ART/ ARV). Tapi, dari sekian banyak orang yang terjangkit oleh HIV, terapi obat tersebut bukan sebuah pilihan yang pas. Karena, biaya yang di keluarkan ARV/ARV untuk 1 orang bisa mencapai lebih dari Rp. 150 juta /Tahun. Yang mana hal tersebut tentunya amat jauh di luar kemampuan dari sebagian besar orang yang sudah terserang oleh HIV. Selain itu ART / ARV juga mempunyai banyak efek samping  yang membuat  ODHA malas minum obat tersebut.Nah, untuk itu bagi Anda yang sudah terlanjur terinfeksi HIV AIDS, jangan khawatir dan berputus asa, karena para peneliti pakar ilmu kedokteran sudah menemui jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Yaitu, dengan menggunakan Tanaman Herbal Tradisional Ampuh berikut ini :
 SAMBILOTO ( GANGJIE DENATURE )
Sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS.Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor. Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.  Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.
DAUN SIRSAK  ( ZIRZAK DENATURE )
Daun sirsak mengandung banyak sekali senyawa ajaib yang sangat berkhasiat dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya kandungan senyawa yang terdapat didalam daun sirsak itu seperti senyawa acetogenins, annohexocin, annonacin, annocatacin, annocatalin, annomuricin, anomurine, caclourine, gentisic acid, anonol, gigantetronin, linoleic acid, dan juga muricapentocin, yang mana semua senyawa itu fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kini khasiat daun sirsak makin terkuak dan ternyata daun sirsak ini sudah banyak sekali di jadikan dan di manfaatkan sebagai bahan untuk membuat obat tradisional untuk membantu mengatasi sekaligus menyembuhkan beragam jenis penyakit. Selain berkhasiat untuk mengobati beragam macam penyakit kanker, daun sirsak ini juga berkhasiat mampu untuk digunakan sebagai obat herbal HIV AIDS. Untuk mendapatkan khasiat dari daun sirsak juga sangat mudah, Anda dapat mengkonsumsi daun sirsak yang sudah di ekstrak menjadi obat herbal atau dengan merebus daun sirsak ini sendiri. Sebab, di negara Indonesia tanaman sirsak ini sangat gampang untuk tumbuh, sehingga kita ini tidak akan kesulitan untuk menemukannya.
BAWANG PUTIH ( BAWANG LANANG DENATURE )
Bawang putih adalah tanaman umum dengan akar berwarna putih berbentuk umbi lapis, serupa dengan bawang merah. Nama ilmiah adalah Allium sativum, dan tanaman ini adalah bagian dari familia Liliaceae (Lili). Bawang putih dipakai baik untuk masakan maupun sebagai tanaman obat.Saat bawang putih segar dihancurkan atau dicincang, enzim dalam umbinya dilepas dan sebuah senyawa yang mengandung sulfur (belerang) bernama allicin dibuat. Senyawa yang mengandung sulfur ini sering menjadi antibiotik yang efektif.Bawang putih mungkin berasal dari Kirgiz, daerah padang pasir Siberia. Pujangga Cina 3000 tahun SM menguji manfaat bawang putih. Jadi, bawang putih mempunyai sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat. Aristoteles menguji bawang putih pada tahun 335 SM untuk mutu pengobatan. Pada abad pertengahan, bawang putih telah dipikirkan sebagai pengobatan terhadap orang bertekanan darah tinggi, Sipilis Kencing nanah ,kehilangan nafsu makan, orang dengan masalah paru, gigitan ular, batuk rejan, dan kebotakan. Pendeta Prancis abad ke-17 makan bawang putih dalam jumlah besar untuk melawan wabah sampar, dan dilaporkan mereka bertahan hidup lebih lama daripada pendeta Inggris. Selama kedua perang dunia, tentara Rusia dan Jerman makan bawang putih sebagai pengobatan di medan pertempuran.
Mengapa ODHA Memakai Bawang Putih?
Bawang putih adalah satu-satunya antibiotik yg benar-benar dapat membunuh bakteri dan pada saat yg bersamaan melindungi tubuh dari racun yg menyebabkan infeksi.Sangat terkenal bahwa bakteri yg paling sensitif terhadap bawang Putih adalah bakteri mematikan Basilus Antracis yg menghasilkan racun Antrax. Bahkan Bapak Obat Antibiotik, LOUIS PASTEUR mengakui bahwa bawang putih sama efektifnya dgn penisilin.Darah seseorang yg mengkonsumsi bwang putih pun dpt membunuh bakteri dan telah dilaporkan bahwa Aroma dari potongan bawang putih dapat membunuh bakteri yg berjarak 20 sentimeter…!!! Subhanallah…Diantara penyakit yg dapat diobati dgn bawang putih adalah HIV AIDS. Bawang putih telah terbukti efektif dalam mengendalikan beberapa infeksi sekunder yg berhubungan dgn HIV AIDS dan menurut Duke,”Dapat menangkal HIV I dalam tubuh.”Saran bagi penderita HIV POSITIF, memakan 3-5 siung bawang putih setiap hari..saran ini datang dari direktur Immune Enhacement Project of Portland,Oregon, Amerika Serikat.
SARANG SEMUT ( MYCOPEND DENATURE )
Ahli Pengobatan Tradisional dr Ria Anindita mengatakan pada orang yang sehat, sel-sel T penolong merangsang atau mengaktifkan sistem kekebalan untuk menyerang infeksi.”HIV khususnya mengincar sel-sel T penolong ini. Ia menggunakan sel-sel itu untuk memperbanyak dirinya (replikasi). Melemahkan dan menghancurkan sel-sel T penolong hingga sistem kekebalan merosot drastis,” jelasnya.Obat anti-retrovirus (ARV) menghambat proses replikasi ini. Saat ini ada empat jenis utama ARV yang diresepkan. Analog nukleosida dan analog nonnukleosida mencegah HIV menggandakan diri ke dalam DNA seseorang. Inhibitor protease membuat enzim protease tertentu dalam sel yang terinfeksi tidak dapat menggandakan virus itu dan menghasilkan lebih banyak HIV.Inhibitor fusi bertujuan mencegah HIV memasuki sel. Dengan menghambat replikasi HIV, ARV dapat memperlambat perkembangan dari infeksi HIV menjadi AIDS, yang disebut stadium akhir penyakit HIV. “Namun untuk penggunaan Obat anti-retrovirus ini tidak semua cocok untuk penderita HIV, maka sebaiknya di konsultasikan terlebih dahulu kedokter,” ungkapnya.Selain obat ARV, bagi penderita HIV juga dapat mencoba pengobatan herbal, salah satu herbal yang dapat membantu menghambat perkembangan HIV adalah Sarang Semut.Kandungan flavonoid yang terdapat dalam Sarang Semut telah terbukti dapat merangsang perkembangan antibodi dan flavonoid ini berperan langsung sebagai antibiotik.Dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus termasuk virus HIV AIDS. Namun perlu diketahui bahwa Sarang Semut adalah salah satu obat yang bersifat herbal.”Dalam penyembuhan suatu penyakit tentu akan membutuhkan waktu tidak secara instan,” ujarnya.Kabar baik lainnya tentang pengobatan HIV-AIDS justru datang dari lebah. Lebah umum dikenal sebagai hewan yang menghasilkan madu yang digunakan sebagai penambah energi, antibodi, dan beberapa manfaat lain bagi kesehatan. Baru-baru ini, Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair), Surabaya, melakukan uji klinis atas manfaat propolis lebah bagi kesembuhan pasien HIV/AIDS.”Propolis merupakan air liur yang dihasilkan oleh lebah,” jelasnya.Dari hasil studi dan uji coba terapi propolis atau air liur digabung dengan racun lebah terhadap pasien HIV/AIDS, ditemukan bahwa racun yang dihasilkan lebah memang tidak menghancurkan virus. Racun itu menembus dinding virus yang membuat virus mengecil yang kemudian hilang.
MADU PROPOLIS ( MADU FERMENTASI DENATURE )
Propolis merupakan substrar getah dari tunas daun dan kulit batang tanaman Coniter (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian berusaha mencampur dengan zat yang disekresi kelenjar air lebah. Propolis membuat sarang lebah menjadi steril dan terhindar dari pengaruh bakteri, virus dan jamur. Propolis dan bee pollen memiliki flavonoid dan berbagai senyawa phenolic dalam kadar tinggi, memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan.Propolis mengandung 55% resin, 30% lilin lebah, 10% berbagai minyak aromatik, 5% bee pollen. Asam amino esensial yang terkandung dalam propolis penting untuk regenerasi sel. Propolis juga mengandung semua mineral kecuali sulfur, mengadung semua vitamin kecuali vitamin K. Juga mengandung bioflavonoid suatu anti oksidan dan suplemen sel. Pada pasien HIV/AIDS propolis bermafaat sehubungan dengan efek anti inflamasi, anti oksidan, antimikroba, serta regenerasi sel sehingga penting dalam upaya mencegah masuknya mikroorganisme pemicu infeksi sekunder. Pada pasien HIV sistem imun tertekan, ditandai oleh semakin menurunnya jumlah CD4 pada awalnya secara graduil. Defisiensi mineral pendukung sistem imun mempercepat penurunan kekebalan tubuh ditandai oleh penurunan CD4 yang berlangsung progresif. Punurunan dibawah 200 sel per mm3 berpotensi memunculkan berbagai macam infeksi sekunder yang mendorong terjadi penggeseran dari HIV ke AIDS.Lipase berguna dalam membantu enzim pencernakan sehingga cepat menghancurkan makanan komponen lemak sehingga mengurangi potensi gangguan rasa nyaman di saluran cerna, rasa mudah penuh, kembung, sari makanan mudah diserap usus.Madu dengan berbagai komponen tersebut bermanfaat untuk dikonsumsi pasien HIV/AIDS. Pada orang dewasa konsumsi madu ideal 100-200 g per hari. Bagi pasien HIV/AIDS terutama yang disertai sindrom wasting kebutuhan meningkat menjadi sekitar 400 g per hari. Konsumsi madu secara teratur akan dapat meningkatkan berat badan, menambah masa otot, meningkatkan status imun, meredam pengaruh negatif radikal bebas, serta meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.Sejak dahulu madu sudah dikenal sebagai obat. Madu merupakan produk yang tersimpan rapi dalam perut madu lebah yang di dalam Al- Qur’an (An-Nahl: 68-69): Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ”Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. Pasien HIV/AIDS yang mengkonsumsi madu secara teratur akan tampil lebih bugar, bersemangat dan penuh vitalitas. Hal tersebut terkait berbagai komponen yang terkandung dalam madu sangat bermanfaat bagi stamina dan membangun energi. Kini madu menarik perhatian para pakar kesehatan, termasuk para praktisi infeksi HIV/AIDS.
 SENTUHAN RELIGI PADA PASIEN HIV
Pasien HIV perlu melalui lima tahapan untuk dapat menerima penyakit ini. Tahapan tersebut penolakan (denial), marah (angry), depresi (depression), persetujuan dan mulai menerima (bargain), dan akhirnya dapat menerima (accepted) penyakit HIV tersebut menghinggapi dirinya. Pada tahap awal, pasien yang kurang kuat landasan religi cenderung mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri atau berusaha menularkan ke orang lain. Jalan pintas tersebuat terjadi akibat sempitnya cara pandang, terbatasnya pemahaman infeksi HIV dan ”hatinya beku”. Padahal hati itu seharusnya di arahkan dan di manfaatkan untuk bertafakkur, berdzikir, dan untuk menerima nasihat. Perlu dihayati bahwa respon akal manusia akan diteruskan ke hati, selanjutnya dari hati akan diteruskan ke nurani, dari nurani akan diteruskan ke fana, dari fana akan diteruskan ke wujud.Pasien HIV perlu mendapatkan pendampingan berlandaskan religi agar mampu memandang lahiriah dengan mata kepala, memandang keadaan batiniah dengan mata hati, dan dengan nuraninya pada saatnya dapat memandang Allah swt. Pendampingan perlu menekankan dan meyakinkan bahwa meski dalam keadaan sakit terinfeksi HIV terkendali, iklas dan akan patuh dan setuju dengan keputusan Allah swt sebagai batu ujian. Pasien pada tahap selanjutnya mampu bergerak dan berjalan menurut kehendak takdir, mampu mendekat kepada Allah swt dan tidak tertutup kemungkinan menjadi pribadi mulia yang dilayani dan ditaati para sahabat dan orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bila berhasil merupakan buah dari kesedihannya begitu dinyatakan terinfeksi HIV, kemudian bermujahadah melawan kebiasaan buruk melibatkan nafsu, keinginan, watak, kebiasaan, syaitan, dan rekanan masa lalu yang membawa ke jurang kehancuran sebelumnya.

Demikianlah artikel sederhana mengenai TERAPHY HIV HERBAL TRADISIONAL ini saya persembahkan , semoga bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan mengenai HIV AIDS. Jika Anda beresiko, segeralah lakukan tes VCT. Mengetahui status HIV sedini mungkin bisa menolong Anda untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Ingat di vonis HIV bukan berarti vonis mati. Anda masih bisa hidup layaknya orang sehat pada umumnya.

Disclaimer : Hasil tiap individu mungkin bisa berbeda-beda Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Visit www.obatherbalwasirmanjur.com